Warga Salem Nekad Buka Akses Jalan yang Tertutup Longsor

INDONESIASATU.CO.ID:

BREBES - Meskipun dilarang untuk membuka jalan yang tertutup longsor, warga Salem, Kabupaten Brebes tetap nekad membuka jalan tersebut meskipun ancaman longsor sewaktu-waktu bisa terjadi kembali.

Warga bergotong-royong menyingkirkan material lumpur yang menutup badan jalan dan menghiraukan bahaya yang bisa mengancam keselamatan mereka.

Kerjabakti pembersihan jalan tersebut dilakukan di pegunungan Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

Warga bersama ormas, santri, supir angkutan umum, karang taruna terlihat bahu-membahu menyingkirkan material longsoran agar tidak menutup jalan.

Warga nekat membersihkan jalan yang tertutup longsor meskipun dilarang karena selama akses jalan tertutup longsor, warga harus memutar arah melewati kota Bumiayu jika hendak ke Brebes maupun pantura yang jaraknya lebih jauh jika dibanding dengan menempuh jalan yang selama ini digunakan.

"Kalau harus memutar, selain jaraknya yang cukup jauh juga biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah." Kata salah seorang warga setempat.

Ia menambahkan, warga yang hendak pergi ke Jakarta harus memutar melalui kota Bumiayu, hal tersebut tentu akan menambah waktu tempuh dan biaya. Apalagi jika warga Salem yang bekerja di Banjarharjo juga harus memutar, padahal dengan jalan yang ada jarak tempuh tidak terlalu jauh.

Dengan kondisi tersebut, diharapkan pemerintah bisa tanggap dengan keluhan warganya agar perekonomian berjalan sebagaimana sebelum terjadi bencana longsor beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, bencana longsor terjadi beberapa waktu lalu di pegunungan Lio yang masuk wilayah Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Dalam musibah tersebut puluhan orang dinyatakan tewas dan beberapa orang tidak ditemukan. Selain menewaskan warga, kendaraan, lahan pertanian, serta jalan rusak akibat tertimbun material longsoran. (Yudhi)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita